Diposkan pada OUR Story

Suamiku.. Pintu Surgaku… 

Bikin postingan ini, dimulai dgn speechless.. 😊
Entah mst mulai dr mana.. Selalu berkaca2 duluan dan akhirnya g jd posting.. He he..
Sudah berkali2 diminta utk tulis ttg ini sm si dia, tp bnr2 sulit utk bikin jemari ini, luapkan isi hati ttg anugrah terindah dr Allah, yg berwujud suami sholeh pujaan hati.. 😍
Nah kan, mulai muji2.. 😁 jangan terbang yaa ayah.. He he.. Pegangan yg erat.. Postingan ini isinya pujian memabukkan.. Hehehe…
Teruntuk Suamiku..
Anugerah terindah..
Yes. You are.. Pintu surga idamanku.. Suami penyayang.. Pekerja keras.. Imam penyemangat terbaikku.. Bersamanya selalu ingin semakin dekat denganNya maha segalanya..
Yes. You are.. Pelengkap taubatku.. Doaku yg terkabul.. Cerminanku.. Yg paling mengerti.. Yg selalu siap take care istri & anak2ny.. Yg selalu mau bantu pekerjaan rumah pdhl udh cape sm kerjaannya.. Yg selalu berusaha utk kenyamanan keluarga.. Yg selalu ajarkan syukur.. Yg selalu ingatkan hormat sm orgtua.. Yg sangat bertanggung jawab sm kewajibannya.. Yg selalu ajarkan cinta anak yatim.. Guru kehidupanku..
Yes. you are.. Malaikat tak bersayap yg Allah tuliskan di lauful mahfudz.. Yg Allah kirimkan disaat stlh Allah bukakan jalan taubat.. Yg Allah pasangkan utk jd pengingat akhirat..
Yes. you are.. Seseorang yg teguh niatnya.. Seseorang yg dgn ikhlas terima segala kekurangan istrinya.. Seseorang yg selalu maafkan kekhilafan istrinya.. Seseorang yg tak pernah lelah bimbing istrinya.. Seseorang yg tak pernah bosan bersabar utk istrinya..
Masyaa Allah…. Semoga Allah muliakan ayah… ❤❤
Aaahhh pokonya mah.. Thanks God I found you.. Hehehe..
Yaa walau kadang suka gengges becanda nya kelewatan.. & perbedaan2 yg bikin gemes tp bikin tambah apet & lengket.. It’s OK lah.. Hehe.. Ga ada yg sempurna.. Alhamdulillah seru & saling melengkapi yaa ayah.. 😊
Yes.. It’s me.. Selalu cengeng.. Dilamar nangis.. Disayang2 mellow.. Mentafakuri rezeki suami sholeh jg makin berderai2.. Heuheuuu..
Alhamdulillah ya Allah.. Engkau Karuniakan nikmat Imam Terbaik utkku..
Dengan namaMu ya Rabbi..

Ijinkan suamiku menjadi pribadi yg selalu Engkau cintai & lindungi..
Ampuni kesalahannya yg lalu & yg akan datang..
Jaga iman islamnya yaa Rabb..
Jadikan suamiku ttp menjadi hambaMu yg selalu bersyukur & selalu mencintai anak yatim..
Ijinkan ia selalu menjadi hambaMu yg taat.. yg selalu berlomba utk berikan ibadah yg terbaik..
Ijinkan hatinya hanya tertambat padaMu..
Ijinkan ia selalu belajar meneladani Rasulullah.. & selalu bersama Al Quran melebihi yg lainnya..
Beri ia kesehatan yg afiat yaa Rabb..
Ijinkan keberkahan kelancaran keselamatan juga kemudahaan di setiap langkah & keringatnya di segala urusan juga dlm ikhtiar menjemput rezeki dariMu yaa Rabb..
Ijinkan kemapanan ilmu untuk membimbing & memimpin istri juga anak2nya kelak sampai ke surga..
Ijinkan ia selalu menjadi anak sholeh yg selalu mendoakan dan membahagiakan orgtuanya..
Ijinkan ia menjadi hambaMu yg bermanfaat bagi keluarga, kerabat dan sesamanya..
Ijinkan ia istiqamah di jalan lurusMu, hingga khusnul khotimah di akhir perjalanannya..

Aamiin ya Rabb..
Love you Suamiku… ❤😘

Semoga ridhomu, sampaikanku pada Surga impianku…

Jazakumullah khairan katsiiran pintu surgaku… ❤😘

Jpeg

Iklan
Diposkan pada Institut Ibu Profesional

#NHW 9 – Bunda Sebagai Agen Perubahan

Ada yg bikin berbinar-binar minggu ini.. apakah itu.. itu adalah Materi ke 9.. 😀 Yippiiii… Ga kerasa, 9 minggu sudah digiring untuk menata harapan, menjabarkan mimpi & cita2 untuk jadi ibu amanah yg bisa luwes di rumah, sampai bs menebar manfaat diluar rumah. Walau semua masih hanya tertulis disini as a dream, bismilah sedikit demi sedikit pastiii Allah mudahkan untuk merealisasikan semuanya & usaha keras utk harus istiqomah. Apakabar sekarang? Masih di titik pe er yg sama, KM nya blm bs ngebut berjalan. 😀 Gpp kan yaa.. Niat dalam kebaikan insyaa Allah sdh dicatat sbg amal.. Aamiin… 😀

Materi ke 9 ini, adalah materi pamungkas, diajak berfikir jaauuuhh ke depan, untuk jd manusia yg lebih bermanfaat bagi umat. Masuk di pilar Bunda Sholehah, menjadi agen perubahan, yg harus kita mulai dr lingkungan terdekat, yaitu keluarga & lingkungan sekitar. Balik lagi ngaca sm diri sendiri, apa yg udah bisa dibagi?

Harusnya memang sedikit apapun ilmu yg dipunya harus disampaikan, dibagikan, tapi selalu nii, ada perasaan takut, hatinya nii.. Masih ga bs klo dipuji, ujub ujung2nya, riya nyelip2 dihati. Makanya silent bgt skrg di dunia maya. Seyeeemm, belok2 hatinya. Karena biasanya jd dianggap berilmu. Misal, share resep masakan sederhana.. eehh dianggap jago masak. Share ilmu parenting yg baru didapetin dr seminar, eehh dianggap paling rajin seminar & paling udah bener didik anak. 😦 kacau yaa.. masih liat penilaian orang terus.. hiksss… bismilah.. lurusin niat, harus bisa jadi bunda Sholehah ala IIP yg hrs bs menebar manfaat & hanya ingin penilaian Allah semata. Bisa ga yaaa.. 😦 Pengennya bebenah didalam dulu niii, blm siap keluar.. heuheuu..

Kita share dl materi nya aja yaa..

—-

Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama.

Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat.

Maka berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena

“mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi”

Maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan maka akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita. Luar biasa kan impactnya.

Darimanakah mulainya?

Kembali lagi, kita harus memulai perubahan di ranah aktivitas yang mungkin menjadi

“MISI SPESIFIK HIDUP KITA”

Kita harus paham JALAN HIDUP kita ada dimana. Setelah itu baru menggunakan berbagai CARA MENUJU SUKSES.

Setelah menemukan jalan hidup, segera lihat lingkaran 1 anda, yaitu keluarga. Perubahan-perubahan apa saja yang bisa kita lakukan untuk membuat keluarga kita menjadi CHANGEMAKER FAMILY.

Mulailah dengan perubahan-perubahan kecil yang selalu konsisten dijalankan. Hal ini untuk melatih keistiqomahan kita terhadap sebuah perubahan.

Maka gunakan pola _kaizen_( Kai = perubahan , Zen = baik) Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus dan berkesinambungan.

Setelah terjadi perubahan-perubahan di keluarga kita, mulailah masuk lingkaran 2 yaitu masyarakat /komunitas sekitar kita. Lihatlah sekeliling kita, pasti ada misi spesifik Allah menempatkan kita di RT ini, di Kecamatan ini, di kota ini atau di negara ini. Lihatlah kemampuan anda, mampu di level mana. Maka jalankan perubahan-perubahan tersebut, dari hal  kecil yang kita bisa.

START FROM THE EMPHATY

Inilah kuncinya.

Mulailah perubahan di masyarakat dengan membesarkan skala perubahan yang sudah kita lakukan di keluarga.

Sehingga aktivitas kita di masyarakat tidak akan bertabrakan dengan kepentingan keluarga. Bahkan akan saling mendukung dan melengkapi.

Setelah EMPHATY maka tambahkan PASSION , hal ini akan membuat kita menemukan banyak sekali SOLUSI di masayarakat

KELUARGA tetap no 1, ketika bunda aktif di masyarakat dan suami protes, maka itu warning lampu kuning untuk aktivitas kita, berarti ada yang tidak seimbang. Apabila anak yang sudah protes, maka itu warning keras, LAMPU MERAH. Artinya anda harus menata ulang tujuan utama kita aktif di masyarkat.

Inilah indikator bunda shalehah, yaitu bunda yang keberadaannya bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan lingkungan sekitarnya.

Sehingga sebagai makhluk ciptaan Allah, kita bisa berkontribusi kebermanfaatan peran kita di dunia ini dengan “Rasa TENTRAM”.

—–

Itu dia materinya… Mmmm cita2 besar banget yaa… Sekarang sih masih ngubek2 di lingkaran 1, masih menyeimbangkan peran di keluarga dl, menguatkan masing2 peran anggota keluarga, sampai keluarga bisa menjadi Home Team yg memberikan manfaat untuk lingkungan sekitar. Kita susun dulu mimpinya ya, lewat NHW ini…

—–

Temukan passion (ketertarikan minat) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.

Rumus yang kita pakai :

PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.

Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.

Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.

Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.

Mulailah dari yg sederhana,  lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita.

Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.

——

Itu NHW nya… Jadi inget tugas kuliah & jaman kerja dulu… konsepin program2 Corporate Social Responsibility (CSR) klien. Sekarang cerita nya konsepin CSR keluarga. Program membangun lingkungan sekitar yg berkelanjutan, menghasilkan sesuatu yg bermanfaat, & sejalan dengan passion juga visi misi keluarga.

Dan jadilah bingung…  😀 Pernah pengen punya rumah belajar disini, selain takut sama penilaian2 berlebih, juga agaknya susah dsini. Selain kebanyakan para ibu pekerja, sebagian besar juga sudah senior. Ada perumahan di belakang komplek, yg kebanyakan para ibu nya bekerja sebagai ART di komplek ini, rasanya program2nya bisa di arahkan untuk mereka. 🙂 Lebih seriusnya mesti di riset dl ni, kondisi realnya.. 🙂

Niatkan berbagi & tutup mata tutup telinga, hrs hanya perhatikan penilaian Allah *selfreminder. Nyambung dengan tugas minggu lalu, strategic plan 5-10 tahun ke depan, membuat program CSR setelah punya bisnis rumahan di bidang kudapan sehat. Belum terbayang detail nya sih, tp pengen.. bisa membuka lapangan pekerjaan & membekali sesuatu, untuk masyarakat sekitar berkaitan dengan bisnis yg ingin dirintis.

Untuk sekarang, apa yg bisa kami bagi yaaa untuk lingkungan sekitar kira2 setelah kami cukup kuat untuk menjadi Changemaker Family… Sebenernya saya kurang suka public speaking & paling ga bs persuasif dalam menyampaikan sesuatu. Nah.. sy bagian organizer aja kalau begitu. 😀 Jadi, ide untuk kebermanfaatan untuk lingkungan sekitar seperti di tabel dibawah :

MINAT HOBI KETERTARIKAN

SKILL, HARD, SOFT ISU SOSIAL MASYARAKAT

IDE SOSIAL

  • Organizer
  1. Ambassador
  2. Analyst
  3. Arranger
  4. Educator
  5. Journalist
  6. Strategist
  7. Visionary
  • Kurangnya persiapan berumah tangga, hingga menjadikan kebanyakan orang menjadi orang tua kebetulan.
  • Kurangnya pendidikan berumah tangga & agama hingga menjadikan rumah tangga kurang harmonis & tidak bervisi misi bahagia dunia akhirat.
Lingkungan sekitar rumah Mengorganize kegiatan2 Family Education :

  • Kajian Ma’rifatullah (Undang ustad2 DT)
  • Well Prepared Family (Sharing Pranikah)
  • Funding, Packing & Sharing, ajak ibu2 di kompek (Bantuan keperluan & edukasi post partum)
  • Rumah Belajar (Sharing Material2 Family Organizer / Institut Ibu Profesional, undang Fasilitator2 IIP)
  • Sharing Parenting Nabawiyah & Practical Parenting (Undang Abah Ihsan / Ustad2 Kuttab Al Fatih)
  • Playdate Anak Usia Dini
  • Sharing Bisnis UMKM

Bismilahirrahmanirrahim.. Jika Allah ijinkan program ini terwujud, semoga bisa menjadi amal jariyah, menjadi jalan lahirnya keluarga2 sakinah mawadah warrahmah berorientasi akhirat, yg memiliki ayah & bunda sholeh sholehah yg akan mendidik & menjaga fitrah anak2 sholeh sholehah. Seneng banget kayanya kalau lingkungan sudah sekufu untuk membangun peradaban Islam.. 🙂 Karena it takes a village to raise a child

images (1)

Diposkan pada Institut Ibu Profesional

#NHW 8 – Misi Spesifik Hidup dan Produktivitas

Wahh Alhamdulillah.. Sdh masuk materi ke-8, semakin berasa digiring untuk fokus memaksimalkan diri untuk amanah & jadi lebih bermanfaat khususnya bagi keluarga.

Sy share dl materi minggu ini yaa :

—————–

Bunda, perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. Maka materi menemukan misi hidup ini, akan menjadi materi pokok di kelas bunda produktif.

Sebelumnya kita sudah memahami bahwa “Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”. Sehingga produktivitas hidup kita ini tidak akan selalu diukur dengan berapa rupiah yang akan kita terima , melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita dimata Allah dan seberapa manfaat hidup kita bagi alam semesta.

Be Professional, Rejeki will Follow

Tagline Ibu Profesional di atas menjadi semakin mudah dipahami ketika kita masuk ranah produktif ini. “Be Professional” diartikan sebagai bersungguh-sungguh menjalankan peran. Kesungguhan dan keistiqomahan seseorang dalam menjalankan peran hidupnya  akan meningkatkan kemuliaan dirinya di mata Allah dan kebermanfaatan untuk sesama.

“Rejeki will follow” bisa dimaknai bahwa  rejeki  setiap orang  itu sudah  pasti, yang membedakan adalah nilai kemanfaatan dan keberkahannya seiring dengan bersungguh-sungguh  tidaknya seseorang menjalankan apa yang dia BISA dan SUKA.

Uang akan mengikuti sebuah kesungguhan , bukan bersungguh-sungguh karena uang

Pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa “galau” kemana arah hidupnya, semakin “risau” untuk mencari sebuah jawaban “mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?” maka semakin cepat akan menemukan misi hidup.

Kalau di pendidikan berbasis fitrah, proses ini secara alamiah akan dialami oleh anak-anak pre aqil baligh akhir (sekitar 10-13 th) dan memasuki taraf aqil baligh (usia 14 th ke atas). Maka kalau sampai hari ini ternyata kita masih galau dengan misi hidup kita, maka bersyukurlah, karena kita jadi tahu kesalahan proses pendidikan kita sebelumnya, dan tidak perlu lagi mengalami hal tersebut di saat usia paruh baya yang secara umum dialami oleh sebagian manusia yang disebut sebagai (mid-life crisis).

Maka sekarang, jalankan saja yang anda BISA  dan SUKA tanpa pikir panjang,  karena Allah pasti punya maksud tertentu ketika memberikan kepada kita sebuah kemampuan. Apabila kita jalankan terus menerus, kemungkinan itulah misi hidup kita.

Seseorang yang sudah menemukan misi hidup tsb apabila menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. Sehingga selalu memiliki ciri-ciri :

  1. Selalu bersemangat dengan mata berbinar-binar
  2. Energi positifnya selalu muncul, rasanya tidak pernah capek.
  3. Rasa ingin tahunya tinggi, membuat semangat belajar tinggi
  4. Imunitas tubuh naik, sehingga jarang sakit, karena bahagia itu imunitas tubuh yang paling tinggi.

Ada 3 elemen yang harus kita ketahui berkaitan dengan misi hidup dan produktivitas :

  1. Kita ingin menjadi apa (be)
  2. Kita ingin melakukan apa (do)
  3. Kita ingin memiliki apa (have)

Dari aspek dimensi waktu ada 3 periode yang perlu kita perhatikan :

  1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
  2. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan (strategic plan)
  3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution)

Setelah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, maka mulailah berkomitmen untuk “BERUBAH” dari kebiasaan-kebiasaan yang anda pikir memang harus diubah.

Berikutnya mulai susun langkah-langkah usaha apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjang sebuah produktivitas hidup kita. Mulailah dengan menetapkan target waktu dan jadwal kegiatan selama satu tahun, serta menentukan ukuran atau indikator keberhasilan dalam setiap kegiatan yang kita lakukan. Buatlah prioritas dan pilih hal-hal yang memang kita perlukan. Hindari membuat daftar yang terlalu panjang, karena hal tersebut membuat kita “gagal fokus”.

———-

Huhuuu.. materinya tambah berat ya.. dan inilah NHW nya :

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)

Bingung jawabnya deh ini.. hehe.. kmrn di NHW 7 jawaban di kuadran suka & bisa nya abu2 banget. Berasa g bisa apa2, kebanyakan aktivitas cuma suka tapi g bisa. 😀 Jadi jawabnya yg disuka & bisa itu seputar aktivitas planning & organizing. Sy ambil salah satunya yaitu : ORGANIZING.

images

b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE  DO HAVE” di bawah ini :

  • Kita ingin menjadi apa? (BE)

Ingin menjadi “Organizer Keluarga” yg handal. Bisa bermanfaat mengarahkan setiap kegiatan keluarga yg berbuah amal.

  • Kita ingin melakukan apa? (DO)

Melakukan perencanaan dalam penyelenggaraan setiap kegiatan keluarga, mulai dari kegiatan sehari2 seperti : kegiatan di dapur, kegiatan bermain, kegiatan mingguan, kegiatan bulanan, kegiatan tahunan, yg menjadikan waktu keluarga yg terpakai lebih efektif & efisien. Juga mengorganisir setiap sudut rumah, yg akan menjadikan hidup lebih mudah. 

  • Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

Ingin memiliki bisnis rumahan yg membawa manfaat bersama anak2 berbekal keluarga yg rapih & teratur, membiasakan anak2 terorganisir dalam setiap kegiatan. Memiliki tujuan yg jelas dalam setiap kurun waktu, modal menjadi entrepreneur. 

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:

  • Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

Ingin menjadi Zaujah Muthi’ah (Istri yang taat dan penyayang), Ummu Madrasah (Ibu Pendidik), dan Mar’ah Shalihah (Wanita Sholehah), yg sukses memanfaatkan waktu untuk selalu beramal sholeh & menjadi sebaik2 manusia, yaitu yg bermanfaat bagi keluarganya, masyarakat sekitar juga agamanya sebagai bekal bahagia dunia akhirat. 

  • Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan (strategic plan)

Seperti yg sudah dituliskan di NHW 4 disini, dalam kurun waktu 5 – 10 tahun kedepan, insyaa Allah sy ingin sudah dapat lulus dalam pilar Bunda Cekatan, Bunda Sayang & Bunda Produktif. Sudah dapat bermanfaat dirumah menjadikan keluarga, hometeam yg well organized, punya bisnis rumahan bersama anak2 dan mulai masuk ke ranah bunda Sholehah yg menyebarkan manfaat ke masyarakat salah satunya dengan membuat program2 sosial sbg program CSR dr bisnis yg dirintis.

  • Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution)

Setelah mengawali milestone dengan memperbaiki niat & azam, yg dimulai dengan Time Management & be organized, yg ingin dicapai dalam kurun waktu 1 tahun :

  1. Berbekal menjadi muslimah yg Allah ridhoi, mengikuti bbrp program halaqah online yg berkesinambungan, berkenalan dgn bhs arab, lulus tahsin & mulai menghafal juz30. 🙂
  2. Menjadi teladan bagi anak2. Sudah bisa menata emosi. Sudah terbiasa dengan jadwal kegiatan yg rapih, mengaplikasikan Home Education & Parenting Nabawiyah, sambil memperhatikan psikologi & tumbuh kembang anak.
  3. Mempunyai beberapa program keluarga, yg bermanfaat & berbuah amal. 
  4. Sudah menjadi manager keluarga yg handal, Rumah Terorganized, Dapur Terorganized, Keuangan Terorganized, Masakan & Gizi keluarga Terorganized.

Bismilahirrahmanirrahim… 🙂

Diposkan pada Institut Ibu Profesional

#NHW 7 – Rezeki Itu Pasti, Kemuliaan Harus Dicari

Alhamdulillah.. Sudah minggu ke 7 :). Cerita sedikit.. tentang yg selama ini menguatkan & membersamai azam sy utk ttp fokus dgn amanah yg Allah kasih sbg wanita, istri & ibu..

Be professional Rezeki will follow… Tagline IIP yg 1 ini, membuka mata & menyadarkan sy dulu, ketika memutuskan utk jd fulltime mom. Bener bgt. Rezeki mah janji Allah. “Rezeki itu pasti, kemuliaan harus dicari”. Tugas kita hanya taat dengan berikhtiar utk jaga amanah yg diberi. Berikut tersadar samasekali g berbekal, utk professional di urusan domestik & pengasuhan anak, quote ini menyemangati sy utk terus fokus mengembangkan diri dr rumah, tanpa khawatir lagi dengan gaji bulanan sbg seorang karyawan.

Dan materi minggu ini adalah tahapan selanjutnya dari 4 pilar di Institut Ibu Profesional yg akan membekali kebahagiaan seorang wanita, istri, & ibu. Setelah melewati dua tahapan “Bunda Sayang” dan “Bunda Cekatan” di beberapa materi sebelumnya, dalam proses pemantasan diri seorang ibu dalam memegang amanah-nya, di minggu ini kita digiring utk lebih mengenali diri kita.. Yaitu pada tahapan “Bunda Produktif”.

—– ini materinya :

Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR”Sehingga muncul semangat yang luar biasa dalam menjalani hidup ini bersama keluarga dan sang buah hati. Para Ibu di kelas Bunda Produktif memaknai semua aktivitas sebagai sebuah proses ikhtiar menjemput rejeki.

Mungkin kita tidak tahu dimana rejeki kita, tapi rejeki akan tahu dimana kita berada.
Sang Maha Memberi Rejeki sedang memerintahkannya untuk menuju diri kita”
Allah berjanji menjamin rejeki kita, maka melalaikan ketaatan pada-Nya, mengorbankan amanah-Nya, demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminnya adalah kekeliruan besar.

Untuk itu Bunda Produktif sesuai dengan value di Ibu Profesional adalah
“bunda yang akan berikhtiar menjemput rejeki, tanpa harus meninggalkan amanah utamanya yaitu anak dan keluarga”

Semua pengalaman para Ibu Profesional di Bunda Produktif ini, adalah bagian aktivitas amalan para bunda untuk meningkatkan sebuah KEMULIAAN hidup.
“Karena REJEKI itu PASTI, KEMULIAAN lah yang harus DICARI”

Apakah dengan aktifnya kita sebagai ibu di dunia produktif akan meningkatkan kemuliaan diri kita, anak-anak dan keluarga? Kalau jawabannya ”iya”, lanjutkan. Kalau jawabannya ”tidak” kita perlu menguatkan pilar “bunda sayang” dan “bunda cekatan”, sebelum masuk ke pilar ketiga yaitu “bunda produktif”.

Tugas kita sebagai Bunda Produktif bukan untuk mengkhawatirkan rizqi keluarga, melainkan menyiapkan sebuah jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas setiap karunia yang diberikan untuk anak dan keluarga kita.

Maka.. Bunda produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan apa yang tertulis dalam angka dan rupiah, melainkan apa yang bisa dinikmati dan dirasakan sebagai sebuah kepuasan hidup, sebuah pengakuan bahwa dirinya bisa menjadi Ibu yang bermanfaat bagi banyak orang.

Menjadi Bunda Produktif, tidak bisa dimaknai sebagai mentawakkalkan rejeki pada pekerjaan kita. Sangat keliru kalau kita sebagai Ibu sampai berpikiran bahwa rejeki yang hadir di rumah ini karena pekerjaan kita.
Menjadi produktif itu adalah bagian dari ibadah, sedangkan rejeki itu urusan-Nya

Seorang ibu yang produktif itu agar bisa,

  1. Menambah syukur,
  2. Menegakkan taat
  3. Berbagi manfaat.

Rejeki tidak selalu terletak dalam pekerjaan kita, Allah berkuasa meletakkan sekendak-Nya.

Maka segala yang bunda kerjakan di Bunda Produktif ini adalah sebuah ikhtiar, yang wajib dilakukan dengan sungguh-sungguh (Profesional). Ikhtiar itu adalah sebuah laku perbuatan, sedangkan Rejeki adalah urusanNya.

Rejeki itu datangnya dari arah tak terduga, untuk seorang ibu yang menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh dan selalu bertaqwa. Rejeki hanya akan menempuh jalan yang halal, maka para Bunda Produktif perlu menjaga sikap saat menjemputnya, Ketika sudah mendapatkannya, jawab pertanyaan berikutnya “Buat Apa?”. Karena apa yang kita berikan ke anak-anak dan keluarga, halalnya akan dihisab dan haramnya akan diazab.

_____Materi #7 Program Matrikulasi IIP

MasyaaAllah… baca materinya aja sdh bikin mata berbinar2. 🙂 Dari mana.. Buat apa… Itupun yg akan ditanya nanti kelak diakhirat dari setiap karunia yg kita terima. Produktif bukan hanya masalah angka & rupiah. Allah sudah jamin semuanya & harus berbekal ridho suami.

Masih belum kepikiran untuk memulai di tahapan Bunda Produktif, krn seperti yg saya ungkapkan di NHW sebelumnya, tahapan di Bunda Cekatan & Bunda Sayang masih keteteran.. 🙂

Tp bismilah, dimulai dgn kerjain Nice Homework ke 7 ini yaa dimana kita diminta utk lebih mengetahui & mengenali diri kita sbg TAHAPAN MENUJU BUNDA PRODUKTIF, salah satunya dengan tools Strength Typologi dr http://www.temubakat.com  & 4 kuadran suka, tidak suka, bisa, dan tidak bisa. Ini hasilnya.. :

Dari hasil tes ST30, yg katanya dari hasil potensi kekuatan (bakat) dan potensi kelemahan (non bakat), bisa diperkirakan karakter kinerja/sifat produktifnya..

Potensi Kekuatan saya adalah :

  • Ambassador

Menjadi perwakilan di suatu tempat dengan membangun jaringan melalui kontak dengan klien atau pihak lainnya. Sifat mereka senang bersahabat, senang melayani, bertanggung jawab. Bakat ini dibutuhkan utk menjadi perwakilan perusahaan, Duta Besar dlsb.

  • Analyst

Aktivitas hitung menghitung, berhubungan dengan angka dan menganalisis data. Mereka yg memiliki bakat ini suka dengan angka & data, dia kurang yakin akan sesuatu yg sifatnya intuitif, kecuali kalau dia punya bakat lainnya yg intuitif. Bakat ini dibutuhkan utk peran2 seperti, Akuntan, Analyst, Engineer, IT Programmer dsb.

  • Arranger

Mengatur orang untuk bekerja sama dalam suatu tugas. Mereka yg memiliki bakat ini suka mengatur penempatan & penugasan orang. Bakat ini diperlukan untuk peran seperti Manager, Direktur, Event Organizer, Dispatcher, dlsb.

  • Educator

Mengajar, menyampaikan, melatih ilmu dan atau keterampilan agar bisa dipahami oleh orang lain. Sifat mereka selalu ingin memajukan orang lain dan senang melihat kemajuan orang. Bakat ini diperlukan utk peran seperti Guru, Manager, Pelatih, Mentor, Coach dlsb.

  • Journalist

Menulis artikel, ide, dokumen, cerita, ataupun alat bantu pendidikan. Sifat mereka ini senang mengkomunikasikan ideanya, suka mengumpulkan berbagai informasi atau teratur. Bakat ini diperlukan utk peran Penulis Buku, Wartawan dlsb.

  • Strategist

Memilih / merencanakan jalan terbaik menuju tujuan. Sifat mereka ini memiliki intuisi dalam memilih jalan terbaik menuju tujuan. Bakat ini dibutuhkan untuk peran perencana jangka panjang, manager perencanaan, leader, dlsb.

  • Visionary

Kegiatan mengantisipasi masa depan secara bijak dan menentukan tujuan jangka panjang yg benar. Sifat ini senang menghayal tentang apa yg mungkin terjadi jauh kemasa depan. Bakat ini dibutuhkan untuk peran Leader, perencana jangka panjang, dlsb.

—> Dari hasil ini, yg saya kira tepat dengan kepribadian saya : Ambassador, Arranger, Visionary, & Strategist. Dan rasanya bukan saya banget : Analyst, Educator, Journalist. Karena kurang berminat dengan angka & data, juga tidak bisa mengajar & menulis. 🙂

Potensi Kelemahan saya adalah :

  • Communicator

Menyampaikan informasi secara lisan dgn cara yg mudah dimengerti. Mereka ini senang mengkomunikasikan sesuatu yg sederhana menjadi menarik. (Presenter, Humas, Guru, Salesman, Pemimpin)

  • Creator

Menggunakan imajinasi untuk menemukan suatu rancangan, produk, layanan, yg terbaru. Mereka ini banyak ideanya baik yg belum pernah ada maupun dari pikiran lateralnya. (Arsitek, design produk, marketing, business development)

  • Mediator

Mengetasi & menyelesaikan konflik antara 2 pihak yg berseteru. Sifat mereka keras menghadapi orang akan tetapi tidak menyukai konflik. (Juru damai, Negosiator, Duta Besar)

  • Operator

Membuat suatu mesin, peralatan, proses, sistem, berjalan/beroperasi. Sifat mereka senang melayani, teratur, pekerja keras. (Operator, Servis Engineer)

  • Seller

Menjual produk / layanan dgn berbagai cara agar orang lain mau membelinya. Sifat mereka umumnya suka berhubungan dengan orang lain, baik untuk mempengaruhi, bekerjasama atau melayani, dan bertanggungjawab. (Salesman, Humas)

  • Synthesizer

Mengkombinasikan berbagai elemen, ide & informasi menjadi sesuatu yg baru. Sifat mereka ini senang menggabung2kan beberapa teori/temuan menjadi suatu temuan baru.

  • Treasury

Menata keuangan dgn catatan rapih & tanpa kesalahan. Sifat mereka selain analitis juga rapih teratur, bertanggung jawab. (Accounting, Finance, Kasir)

Strength Cluster (%) :

  • Networking 29%, yg berarti 29% dr diri saya memiliki kemampuan bekerja sama dengan orang lain secara peran interpersonal
  • Generating Idea 29%, yg berarti 29% dr diri saya menggunakan Otak Kanan / Intuitif, secara peran individual
  • Elementary 14%, yg berarti 14% dr diri saya menggunakan motivasi diri inside secara peran individual
  • Thinking 14%, yg berarti 14% dr diri saya menggunakan Otak kiri atas secara peran individual
  • Headman 14%, yg berarti 14% di diri saya memiliki kemampuan mempengaruhi orang secara peran interpersonal.

Setelah melihat hasil dari tes ST30 ini, dari point kelemahan communicator & seller membuat sy tersenyum… Ya ampuun.. ternyata selama ini salah jurusan.. 😀 pantesan ga maju2.. hehehe… walau g bs dijadikan 100% rujukan, tp cukup mewakili. Memang benar, saya suka berhubungan dengan orang lain, tp ternyata ga bakat jadi humas / sales, dunia pekerjaan yg pernah sy geluti. 😀 Semoga kali ini bisa lebih mengasah bakat di Educator sebagai Madrasatul Ula nya Shafiyya & Khadija. 🙂 Mengutamakan kemuliaan menjadi seorang ibu yg mengasah bakatnya untuk kebahagiaan keluarganya. Aamiin yra.

1 lagi, tugasnya, yaitu membuat 4 kuadran aktivitas. Berikut tabelnya..

  BISA TIDAK BISA
 

SUKA

 

  • Melakukan perencanaan
  • Mengatur sesuatu (Organizer)

 

  • Memasak
  • Baking
  • Crafting
  • Mengajar
  • Berenang
  • Interior Design
  • Traveling
  • Berdagang
 

TIDAK SUKA

  • Menyetrika
  • Olah raga
  • Public Speaking
  • Story Teller
  • Menjahit
  • Merencanakan keuangan, Pencatatan keuangan

 

Diposkan pada Institut Ibu Profesional

#NHW 6 – Ibu “Manajer Handal Keluarga”

Materi minggu ini, bener2 pas bgt sm kegundahan hati akhir2 ini.. Merasa semakin larut dgn ke gak jelasan tanggung jawab, berantakannya time management, merasa semakin gak amanah sm peran yg sedang diemban saat ini, mengantar sy sampailah ke titik ingin bebenah. Moment tafakur sm diri sendiri. Apa masih syndrome paska lahiran, jd baper berlebihan yaa? 😀

Tp bener ko.. Semua yg serba keteter disadari bgt krn peran sy sebagai manajer keluarga tidak dijalankan dgn baik bbrp waktu kebelakang. Terlalu lama berjauhan dgn *weekly plan* *to do list* *daily checklist* yg dl bikin hari2 lbh ringan, terarah.
Skrg pendelegasian tgs harian ke asisten jg jd berantakan, krn g jelas target harian & g punya prioritas. Bingung mau masak apa, bingung mau beberes yg mana dl.

Shafiyya jg udh kebanyakan dicuekin, krn bundanua udh ga lg bermain2 dgn lesson plan mingguan, yg bikin nge blank di keseharian, bingung mau main apa, deg2an klo ada waktu luang berdua. Itu krn apa?? Krn perencanaannya yg g dilakonin lg.
Mana ada manager yg tanpa perencanaan. Gimana mau mengelola kalau ga fokus & ga jelas tujuannya… Astagfirullah… 😥 Maafin bunda yaa ayah.. Maafin bunda yaa kaka…

Alhamdulillah nya, punya suami sholeh yg supeerr sabar.. G protes istrinya begini amat.. Msh mau nunggu, janji2 manis istrinya, yg mau mulai berubah lebih baik.. Alhamdulillah punya kaka sholehah, yg kreatif main2 sendiri walau dicuekin Bundanya, walau lg sering kecolongan waktu nonton dvdnya lbh banyak skrg..

Bismilah.. Start lg dr bikin schedule harian. Walau g ter-checked semua checklistnya, setidaknya sdh diniatkan, & klo mlenceng bs dgn mudah back to the track.

images

Nah.. sblmnya, share dl materi matrikulasinya yaa..
Sbg ibu Rumah tangga.. Inilah ladang Amal terbesar di dunia yg cuma spt setetes air dilautan. Setiap hal yg dilakukan adalah bernilai Ibadah.. Lintasan hati pun jd ibadah. Tercatat segalanya..

Semoga Allah mudahkan utk luruskan niat sbg Amal sholeh bekal pulang.. Jd ibu yg amanah dgn semua titipan yg diberikan.. Jd ibu yg profesional menjalani setiap perannya.

——Materi #6 Matrikulasi IIP

Ibu rumah tangga adalah sebutan yang biasa didengar untuk ibu yang bekerja di ranah domestik. Sedangkan Ibu Bekerja adalah sebutan untuk ibu yang bekerja di ranah publik. Maka melihat definisi di atas, sejatinya semua ibu adalah “ibu bekerja” yang wajib professional menjalankan aktivitas di kedua ranah tersebut, baik domestik maupun publik.

Apapun ranah bekerja yang ibu pilih, memerlukan satu syarat yang sama, yaitu
Kita harus “SELESAI” dengan management rumah tangga kita.

Kita harus merasakan rumah kita itu lebih nyaman dibandingkan aktivitas dimanapun. Sehingga anda yang memilih sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik, akan lebih professional mengerjakan pekerjaan di rumah bersama anak-anak. Anda yang Ibu Bekerja di ranah publik, tidak akan menjadikan bekerja di publik itu sebagai pelarian ketidakmampuan kita di ranah domestik.

Mari kita tanyakan pada diri sendiri, apakah motivasi kita bekerja ?

  • Apakah masih ASAL KERJA, menggugurkan kewajiban saja?
  • Apakah didasari sebuah KOMPETISI sehingga selalu ingin bersaing dengan orang/ keluarga lain?
  • Apakah karena PANGGILAN HATI sehingga anda merasa ini bagian dari peran anda sebagai Khalifah?

Dasar motivasi tersebut akan sangat menentukan action kita dalam menangani urusan rumah tangga dan pekerjaan kita.

  • Kalau anda masih ASAL KERJA maka yang terjadi akan mengalami tingkat kejenuhan yang tinggi, anda menganggap pekerjaan ini sebagai beban, dan ingin segera lari dari kenyataan.
  • Kalau anda didasari KOMPETISI, maka yang terjadi anda stress, tidak suka melihat keluarga lain sukses
  • Kalau anda bekerja karena PANGGILAN HATI , maka yang terjadi anda sangat bergairah menjalankan tahap demi tahap pekerjaan yang ada. Setiap kali selesai satu tugas, akan mencari tugas berikutnya, tanpa MENGELUH.
    Peran Ibu sejatinya adalah seorang manager keluarga, maka masukkan dulu di pikiran kita

Saya Manager Keluarga
kemudian bersikaplah, berpikirlah selayaknya seorang manager.

  1. Hargai diri anda sebagai manager keluarga, pakailah pakaian yang layak (rapi dan chic) saat menjalankan aktivitas anda sebagai manager keluarga.
  2. Rencanakan segala aktivitas yang akan anda kejakan baik di rumah maupun di ranah publik, patuhi
  3. Buatlah skala prioritas
  4. Bangun Komitmen dan konsistensi anda dalam menjalankannya.

Semua ibu, pasti akan mengalami kompleksitas tantangan, baik di rumah maupun di tempat kerja/organisasi, maka ada beberapa hal yang perlu kita praktekkan yaitu :

a. PUT FIRST THINGS FIRST

Letakkan sesuatu yang utama menjadi yang pertama. Kalau buat kita yang utama dan pertama tentulah anak dan suami.

  • Buatlah perencanaan sesuai skala prioritas anda hari ini
  • Aktifkan fitur gadget anda sebagai organizer dan reminder kegiatan kita.

b. ONE BITE AT A TIME

Apakah itu one bite at a time?

  • Lakukan setahap demi setahap
  • Lakukan sekarang
  • Pantang menunda dan menumpuk pekerjaan

c. DELEGATING

Delegasikan tugas, yang bisa didelegasikan, entah itu ke anak-anak yang lebih besar atau ke asisten rumah tangga kita. Ingat anda adalah manager, bukan menyerahkan begitu saja tugas anda ke orang lain, tapi anda buat panduannya, anda latih, dan biarkan orang lain patuh pada aturan anda.

Latih-percayakan-kerjakan-ditingkatkan-latih lagi-percayakan lagi-ditingkatkan lagi begitu seterusnya

Karena pendidikan anak adalah dasar utama aktivitas seorang ibu, maka kalau anda memiliki pilihan untuk urusan delegasi pekerjaan ibu ini, usahakan pilihan untuk mendelegasikan pendidikan anak ke orang lain adalah pilihan paling akhir.

Kadang ada pertanyaan, sudah berapa lama jadi ibu? Kalau sudah melewati 10.000 jam terbang seharusnya kita sudah menjadi seorang ahli di bidang manajemen kerumahtanggaan. Tetapi mengapa tidak? Karena selama ini kita masih SEKEDAR MENJADI IBU.

Ada beberapa hal yang bisa bunda lakukan ketika ingin meningkatkan kualitas bunda agar tidak sekedar menjadi ibu lagi, antara lain:

  • Mungkin saat ini kita adalah kasir keluarga, setiap suami gajian, terima uang, mencatat pengeluaran, dan pusing kalau uang sudah habis, tapi gajian bulan berikutnya masih panjang. Maka tingkatkan ilmu di bidang perencanaan keuangan, sehingga sekarang bisa menjadi manajer keuangan keluarga
  • Mungkin kita adalah seorang koki keluarga, tugasnya memasak keperluan makan keluarga. Dan masih sekedar menggugurkan kewajiban saja. Bahwa ibu itu ya sudah seharusnya masak. Sudah itu saja, hal ini membuat kita jenuh di dapur. Mari kita cari ilmu tentang manajer gizi keluarga, dan terjadilah perubahan peran.
  • Saat anak-anak memasuki dunia sekolah, mungkin kita adalah tukang antar jemput anak sekolah. Hal ini membuat kita tidak bertambah pintar di urusan pendidikan anak, karena ternyata aktivitas rutinnya justru banyak ngobrol tidak jelas sesama ibu –ibu yang seprofesi antar jemput anak sekolah.
    Mari kita cari ilmu tentang pendidikan anak, sehingga meningkatkan peran saya menjadi manajer pendidikan anak. Anak-anakpun semakin bahagia karena mereka bisa memilih berbagai jalur pendidikan tidak harus selalu di jalur formal.
  • Cari peran apalagi, tingkatkan lagi…..dst

Jangan sampai kita terbelenggu dengan rutinitas baik di ranah publik maupun di ranah domestik, sehingga kita sampai lupa untuk meningkatkan kompetensi kita dari tahun ke tahun.

Akhirnya yang muncul adalah kita melakukan pengulangan aktivitas dari hari ke hari tanpa ada peningkatan kompetensi. Meskipun anda sudah menjalankan peran selama 10.000 jam lebih, tidak akan ada perubahan karena kita selalu mengulang hal-hal yang sama dari hari ke hari dan tahun ke tahun.

———

Keren ilmunya kaaann yaa.. 😁

Prakteknya? Bismilahirrahmanirrahim mulai dr ngerjain Nice Home Work nya dl yaa..

Nice Home Work kali ini judulnya, BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA HANDAL, yg akan mempermudah kita untuk menemukan peran hidup kita yg semoga mempermudah kita utk mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.
Adapun hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu
RUTINITAS

Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita Merasa Sibuk. Sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.

Maka kita diminta..

  1. Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting
  2. Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
  3. Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.
  4. Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time (misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)
  5. Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.
  6. Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh, membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai, sehingga muncul program 7 to 7)
  7. Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik? kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

Mari kita jawab… 🙂

3 Aktivitas Paling Penting

  1. Penuhi kebutuhan rutinitas adik & kaka >> Mandi, Berjemur, Makan, Main di dlm & luar rumah
  2. Masak makanan sehat keluarga
  3. Ibadah. Sholat 5 waktu, rawatib, tilawah, dzikir pagi petang, khalaqah online offline, grooming utk Ayah termasuk olahraga, juga merawat tubuh & penampilan.

3 Aktivitas Paling tidak Penting

  1. Stalking sosmed
  2. Anak Tidur ikut tidur / Leyeh2. 😀
  3. Dtg tamu yg g janjian, biasanya jd kacau agenda.

Selama ini waktu habis di yg mana?…Di kebutuhan rutinitas kaka adik, bayi minta disusui nya g bs terjadwal + waktu nya brp lama jg susah diprediksi. Adik lbh kuat nenennya dibanding kakaknya. Trs lagi jam mandi suka jd lamaaaa, krn kakanya yg susah klo mau mandi + klo udh mandi susah selesainya.

…Abis jg waktunya sm stalking sosmed, eh tp, biasanya disambi klo lg nenenin ko ini, + anak tidur ikut tidur, ini yg sulitt.. G produktif disaat anak2 tidur, alesan begadang bareng bayi semaleman.

download

Dan setelah diatur lg, kandang waktu utk aktivitas2 penting yg hrsnya jd prioritas sehari2, jadwalnya insyaa Allah seperti ini :

Waktu Aktivitas
03.00 – 05.00 Bangun Tidur, Aktivitas Ibadah
05.00 – 06.00 Khalaqah Online, Mandi, Pumping, Sterilize Botol2
06.00 – 07.00 Buang Sampah, Siram Tanaman, Siapkan sarapan
07.00 – 08.00 Anak2 Mandi, Sarapan, Aktivitas domestik di delegasikan ke ART
08.00 – 09.00 Berjemur, Susui Bayi, Kaka Lesson Activity Mandiri Senin, Rabu, Jumat, kaka PAUD Jumat, Khalaqah Mingguan
09.00 – 10.00 Aktivitas Ibadah, Siap-siap Masak
10.00 – 11.00 Masak
11.00 – 12.00 Kaka Lesson Activity
12.00 – 13.00 Dzuhur, Makan Siang
13.00 – 14.00 Kaka Lesson Activity
14.00 – 15.00 Kaka Baca Buku, Tidur Siang
15.00 – 16.00 Siapkan Kudapan
16.00 – 17.00 Ashar, Mandi sore, Kaka main bebas, Siapkan makan malam
17.00 – 18.00
18.00 – 19.00 Start 18-21,

Magrib, Isya, Tilawah, Makan malam, Kaka Lesson Activity

Siap2 tidur.

19.00 – 20.00
20.00 – 21.00
21.00 – 22.00 Tidurkan anak2, Shiroh time sebelum tidur, Pumping
22.00 – 23.00 Beres-beres dapur, siap2 masakan besok, Rekap pengeluaran harian Sabtu, siapin daftar menu mingguan & lesson plan kaka. Minggu, prepare bahan masakan & main kaka

Aktivitas tentative di akhir pekan : Beres2 mingguan seperti cuci mobil, vacum2, bebenah rumah, perawatan, dll

Mmmm… aktivitas rutin & dinamisnya masih berbaur, belum bisa diprogramkan dalam 1 waktu. Ahh gpp.. bismilah.. idealnya masih seperti ini dengan 1 bayi & 1 balita sholehah. Kita coba dulu yaa..

Bismillahirrahmanirrahim… Semoga bisa dimulai.. Being Bunda Cekatan, yg punya jadwal, rumah tertata, financial rapih, dapur &  makanan termanage, Being Muslimah Sholehah, yg selalu grooming buat ayah, quran setiap saat, shalat tanpa tunda, amalan sunnah & jariyah, Juga jadi teman main, teladan, dan guru yg asik untuk Shafiyya & Khadija. Aamiin yra….

Diposkan pada Institut Ibu Profesional

#NHW 5 – Learning How to Learn

Bismilahirrahmanirrahim..

Materi matrikulasi kali ini adalah tentang Belajar Bagaimana Caranya Belajar. Poin penting yg akan sangat bermanfaat untuk memudahkan kita sebagai ibu, menggiring keluarga terutama anak2, yg akan kita ajari cara & tujuan belajar dalam setiap fase kehidupannya.

Mengulas sedikit dari materi yg disampaikan.. Bahwa setiap manusia memiliki fitrah belajar sejak dilahirkan, tetapi mengapa ada orang  yg senang belajar dan ada yang tidak suka belajar. Tanpa kita sadari pekerjaan apapun apalagi suatu pelajaran, akan terasa berat jika kita tdk menyukainya, berbeda dgn jika kita menyukainya, akan dgn senang hati mengerjakannya & akan menjadi terasa ringan. Jadi ternyata, ini semua tentang rasa bukan karena bisa atau tidak mengerjakan sesuatu.

Membuat BISA mengerjakan sesuatu itu mudah, tapi membuatnya SUKA itu baru tantangan yang akan memaksimalkan hasil pekerjaan yang dikerjakan. Tantangan bagi kita untuk membuat diri kita terutama anak kita untuk suka & tertarik pada suatu pelajaran/pekerjaan yang baik yg akan mendukung terwujudnya misi hidup kelak.

Perubahan perkembangan dunia yg semakin hari semakin cepat sekali berubah menjadikan kita sebagai seorang ibu hrs juga mempercepat tempo belajar kita utk menyelaraskan zaman dimana anak2 kita bertumbuh & berkembang saat ini. Sebagai ibu, kita hrs juga mengupdate diri & pengetahuan, krn gaya mendidik saat ini akan berbeda & terus bertambah tantangannya.

Apa yang perlu kita persiapkan untuk kita dan anak kita? Kita dan anak-anak perlu belajar tiga hal :

  1. Belajar hal berbeda
  2. Cara belajar yang berbeda
  3. Semangat Belajar yang berbeda

Belajar Hal Berbeda

Apa saja yang perlu di pelajari? yaitu dengan belajar apa saja yang bisa:

  • Menguatkan Iman, ini adalah dasar yang amat penting bagi anak-anak kita untuk meraih masa depannya
  • Menumbuhkan karakter yang baik.
  • Menemukan passionnya (panggilan hatinya)

Cara Belajar Berbeda

Jika dulu  kita dilatih untuk terampil menjawab, maka latihlah anak kita untuk terampil bertanya. Keterampilan bertanya ini akan dapat membangun kreatifitas anak dan pemahaman terhadap diri dan dunianya.

 

Jika dulu kita hanya menghafal materi, maka sekarang ajak anak kita untuk mengembangkan struktur berfikir. Anak tidak hanya sekedar menghafal akan tetapi perlu juga dilatih untuk mengembangkan struktur berfikirnya

Jika dulu kita hanya pasif mendengarkan, maka latih anak kita dg aktif mencari. Untuk mendapatkan informasi tidak sulit hanya butuh kemauan saja.

Jika dulu kita hanya menelan informasi dr guru bulat-bulat, maka ajarkan anak untuk berpikir skeptik. Apa itu berpikir skeptik? Berpikir Skeptik yaitu tidak sekedar menelan informasi yang didapat bulat-bulat. Akan tetapi senantiasa mengkroscek kembali kebenarannya dengan melihat sumber-sumber yang lebih valid.

Semangat Belajar Yang berbeda

Semangat belajar  yang perlu ditumbuhkan pada anak kita adalah :

  • Tidak hanya sekedar mengejar nilai rapor akan tetapi memahami subjek atau topik belajarnya.
  • Tidak sekedar meraih ijazah/gelar tapi kita ingin meraih sebuah tujuan atau cita-cita.

Ketika kita mempunyai sebuah tujuan yang jelas maka pada saat berada ditempat pendidikan kita sudah siap dengan sejumlah pertanyaan-pertanyaan. Maka pada akhirnya kita tidak sekedar sekolah tapi kita berangkat untuk belajar (menuntut ilmu).

Yang harus dipahami, Menuntut Ilmu bukan hanya saat sekolah, tetapi dapat dilakukan sepanjang hayat kita.

Bagaimanakah dengan Strategi Belajar nya? Strategi belajar nya adalah dengan menggunakan Strategi Meninggikan Gunung bukan meratakan lembah.

Maksudnya adalah dengan menggali kesukaan, hobby, passion, kelebihan, dan kecintaan anak-anak kita terhadap hal2 yg mereka minati dan kita sebagai orangtuanya mensupportnya semaksimal mungkin. Misalnya jika anak suka bola maka mendorongnya dengan memasukkannya pada club bola, maka dengan sendirinya anak akan melakukan proses belajar dengan gembira.

Sebaliknya jangan meratakan lembah, yaitu dengan menutupi kekurangannya, Misalnya apabila anak kita tidak pandai matematika justru kita berusaha menjadikannya untuk menjadi pandai matematika dengan menambah porsi belajar matematikanya lebih sering (memberi les misalnya).

Jadi ketika yang kita dorong pada anak-anak kita adalah keunggulan / kelebihannya maka anak-anak kita akan melakukan proses belajar dengan gembira.

Orang tua tidak perlu lagi mengajar atau menyuruh-nyuruh anak untuk belajar akan tetapi anak akan belajar dan mengejar sendiri terhadap informasi yang ingin dia ketahui dan dapatkan. Inilah yang membuat anak belajar atas kemauan sendiri, hingga ia melakukannya dengan senang hati.

Bagaimanakah membuat anak menjadi anak yang suka belajar ?

Caranya adalah :

  1. Mengetahui apa yang anak-anak mau / minati
  2. Mengetahui tujuannya, cita-citanya
  3. Mengetahui passionnya

Jika sudah mengerjakan itu semua maka anak kita akan meninggikan gunungnya dan akan melakukannya dengan senang hati.

Baik saja itu tidak cukup,tetapi kita juga harus punya nilai lebih (yang membedakan kita dengan orang lain).

Peran kita sebagai orang tua :

  1. Sebagai pemandu : usia 0-8 tahun.
  2. Sebagai teman bermain anak-anak kita : usia 9-16 tahun. Kalau tidak maka anak-anak akan menjauhi kita dan anak akan lebih dekat/percaya dengan temannya
  3. Sebagai sahabat yang siap mendengarkan anak-anak kita : usia 17 tahun keatas.

Cara mengetahui passion anak adalah :

  1. Observation (pengamatan)
  2. Engage (terlibat)
  3. Watch and listen (lihat dan dengarkan suara anak)

Perbanyak ragam kegiatan anak, olah raga, seni dan lain-lain. Belajar untuk telaten mengamati, dengan melihat dan mencermati terhadap hal-hal yang disukai anak kita dan apakah konsisten dari waktu ke waktu. Ajak diskusi tentang kesenangan anak, kalau memang suka maka kita dorong.

Cara mengolah kemampuan berfikir Anak dengan :

  1. Melatih anak untuk belajar bertanya, Caranya: dengan menyusun pertanyaan sebanyak-banyaknya mengenai suatu obyek.
  2. Belajar menuliskan hasil pengamatannya Belajar untuk mencari alternatif solusi atas masalahnya
  3. Presentasi yaitu mengungkapkan akan apa yang telah didapatkan/dipelajari
  4. Kemampuan berfikir pada balita bisa ditumbuhkan dengan cara aktif bertanya pada si anak.

— Materi 5 Matrikulasi IIP

Wajib dicatet banget kan materinya. 🙂 Modal kita sebagai pendidik untuk menggiring anak2 menjadi anak pembelajar sampai akhir hayatnya. Insyaa Allah bisa kuat menghadapi tantangan zaman.

Pe ernya sekarang harus banyak waktu bersama anak. Stimulus anak utk banyak bertanya. Pahami & lihat minat bakat anak. Jaga & kembangkan Fitrah belajar anak. Dimulai dengan kita sbg orgtua yg jg tdk putus utk sama2 belajar.

Dan, NHW kali ini, kita diminta untuk praktek membuat “Desain Pembelajaran” ala kita. Ga dipandu banyak oleh para fasilitator, hanya diminta memulai mempraktekkan “learning how to learn” dalam membuat NHW #5. Diharapkan akan muncul rasa ingin tahu tentang apa itu Desain Pembelajaran.

Dan sampe situ bengong berhari2.. 😀 Ga tau mau mulai dr mana, & g selesai2 nanya gimana yaa itu maksudnya.. hehehe..

Sampai akhirnya pdkt sm mr. google cari tau dl ttg apa siih Desain Pembelajaran itu, sebelum merancang Desain Pembelajaran ala Bunda Shafiyya. 🙂 Karena setelah jd full time housewife, proses belajar secara formil sdh hampir terlupakan. Kebanyakan learning by doing, ga sadar kalo lg belajar & sedang ada proses pembelajaran.

Pentingnya skrg, krn dari NHW pertama sdh digiring untuk punya tujuan belajar untuk jadi Ibu Profesional, poin desain pembelajaran ini penting bgt buat bikin proses pembelajaran untuk mencapai si tujuan, visi & misi, jd lebih efektif & efisien. Apalagi buat mendampingi proses pembelajaran anak.

Dari wikipedia :

Desain pembelajaran adalah praktik penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik.

Proses ini berisi : (a) Penentuan status awal dari pemahaman peserta didik, (b) Perumusan tujuan pembelajaran, dan (c) Merancang “perlakuan” berbasis-media untuk membantu terjadinya transisi.

Dari http://islamiceducation001.blogspot.co.id/ :

Belajar adl suatu proses yg berlangsung di dlm diri seseorang yg dapat mengubah tingkah lakunya, baik tingkah laku dalam berpikir, bersikap dan berbuat. Pembelajaran merupakan proses transfer ilmu yg melibatkan sistem dalam dunia pendidikan, yaitu guru, peserta diddik, materi, tujuan & alat. Dalam pembelajaran yg di desain atau direncanakan, diharapkan tujuan pembelajaran lebih efektif dan efisien diterima oleh peserta didik.

Dari https://isnaizakiya29.wordpress.com :

Desain Pembelajaran merupakan, proses untuk menentukan metode pembelajaran apa yang paling baik dilaksanakan agar timbul perubahan pengetahuan dan keterampilan pada diri pembelajar ke arah yang dikehendaki (Reigeluth).

Rencana tindakan yang terintegrasi meliputi komponen tujuan, metode dan penilaian untuk memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan (Briggs).

Tujuan desain pembelajaran adalah mencapai solusi terbaik dalam memecahkan masalah dengan memanfaatkan sejumlah informasi.

Menurut Morisson, Ross & Kemp (2007) terdapat empat komponen dasar dalam perencanaan desain pembelajaran, yaitu :

  • Untuk siapa program ini dibuat dan dikembangkan? (karakteristik siswa atau peserta ajar)
  • Anda ingin siswa atau peserta ajar mempelajari apa? (tujuan)
  • Isi pembelajaran seperti apa yang paling baik dipelajari? (strategi pembelajaran)
  • Bagaimanakah cara anda mengukur hasil pembelajaran yang telah dicapai? (prosedur evaluasi)

Peran Desain Pembelajaran

  • Agar belajar dapat bermakna dan efektif.
  • Agar tersedia atau termanfaatkan sumber belajar
  • Agar dapat dikembangkan kesempatan atau pola belajar
  • Agar belajar dapat dilakukan siapa saja secara berkelanjutan
  • Fungsi desain pembelajaran
  • Meningkatkan kemampuan pembelajaran (instruktur, guru, widyaiswara, dosen, dll)
  • Menghasilkan sumber belajar.
  • Mengembangkan sistem belajar mengajar.
  • Mengembangkan organisasi menjadi organisasi belajar.
  • Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan.
  • Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan
  • Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur, baik unsur guru maupun murid.
  • Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketetapan dan kelambatan kerja.
  • Untuk bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja.
  • Menghemat waktu, tenaga, alat dan biaya.

Model Desain Pembelajaran

Model desain pembelajaran sangat diperlukan, karena dapat :

  • Pengembangan kemampuan guru atau dosen
  • Pengembangan sumber belajar.
  • Pengembangan sistem pembelajaran.
  • Pengembangan organisasi.

Kurikulum

Fungsi kurikulum adalah berkaitan dengan komponen-komponen yang ada mengarah pada tujuan pendidikan. Komponen-komponen yang dimaksud dalam definisi tersebut adalah:

  • Apakah seperangkat rencana tersebut sesuai dengan tujuan yang akan dicapai?
  • Apakah komponen materi yang tersusun dalam kurikulum itu sesuai dengan tujuan yang dicapai?
  • Apakah metode (cara) yang dipilih berfungsi pula untuk mencapai tujuan yang akan dicapai?
  • Apakah para penyelenggara pendidikan berfungsi pula dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan pendidikan?

Kurikulum dapat diibaratkan sebagai kendaraan yang berfungsi sebagai alat angkat untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan, misal kan: Auto sebagai kurikulum, sopir sebagai guru, penumpang sebagai siswa, tempat yang dituju sebagai tujuan pendidikan, jarak yang dituju sebagai target, hambatan dijalan sebagai constrains, dan bengkel sebagai biro perencanaan kurikulum.

Perencanaan Pembelajaran

Perencanaan pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan oleh guru dalam membimbing, membantu, dan mengarahkan peserta didik untuk memiliki pengalaman belajar serta mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan dengan langkah-langkah penyusunan materi pembelajaran, penggunaan media pengajaran, penggunaan metode dan pendekatan pengajaran, dan penilaian dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan dalam waktu tertentu.

Manfaat Perencanaan Pembelajaran

Perencanaan pengajaran memainkan peran penting dalam memandu guru untuk melaksanakan tugas sebagai pendidik dalam melayani kebutuhan belajar siswanya. Perencanaan pengajaran juga dimaksudkan sebagai langkah awal sebelum proses pembelajaran berlangsung.

Terdapat beberapa manfaat perencanaan pengajaran dalam proses belajar mengajar yaitu:

  • Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan.
  • Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan.
  • Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur, baik unsur guru maupun unsur murid.
  • Sebagai alat ukur efektif  tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketepatan dan kelambatan kerja.
  • Untuk bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja.
  • Untuk menghemat waktu, tenaga, alat-alat dan biaya.

Jadi, Desain Pembelajaran merupakan proses keseluruhan tentang kebutuhan dan tujuan belajar serta sistem penyampaiannya. Termasuk di dalamnya adalah pengembangan bahan dan kegiatan pembelajaran, uji coba dan penilaian bahan, serta pelaksanaan kegiatan pembelajarannya. Untuk memahami lebih jauh tentang teori dan aplikasi desain pembelajaran juga dikenal berbagai model desain pembelajaran dengan menggunakan pendekatan-pendekatan tertentu. Sebut saja: Model ADDIE, Model ASSURE,  Model Dick dan Carey, Model PPSI, Model AT dan T, Model Degeng, Model Pengembangan Instruksional (MPI), Model Gerlach dan Ely, Model Kemp, Model ISD dan lain sebagainya.

Waahh, teorinya lumayan jelimet ya.. intinya sih, dengan adanya desain pembelajaran, kegiatan belajar kita juga belajar mengajar dengan anak akan lebih terarah, terencana & terukur, waktu yg digunakan juga jadi lebih efektif & efisien. Sip… udah panjang penjabaran teori nya. Tinggal prakteknya diaplikasikan ke kegiatan belajar mengajar & bermain sehari-hari. Dimulai dengan membuat customized curriculum sesuai dengan tujuan bundanya juga anaknya. Bismilah.. Semoga Allah mudahkan..

Diposkan pada Institut Ibu Profesional

#NHW 4 – Mendidik dengan Kekuatan Fitrah

Sudah 4 minggu jadi bagian dari ibu-ibu pembelajar di kelas matrikulasi, yg dirasa adalah semakin kagum dengan semua peserta, fasilitator, juga program ini, tapi semakin ciut hati ini.. Kuliah yg satu ini memang bukan sekedar teori, karena pengarahan2 dsini akan jadi life mapping kita, krn kita diajak membuat garis acuan untuk track kita berjalan kedepan, menjadikan hidup kita para ibu2 ini jelas tujuan & pencapaiannya. Jd dr setiap materi & tugas bener2 harus dipikir baik2 dan memang applicable dengan keseharian yg dihadapi.

Sampailah ke tugas ke 4 ini, yg buat sy semakin menyadari, ternyata konsep diri masih belum jelas arahnya. 🙂 Semangat yg maju mundur, azzam yg kurang kuat, dan masih banyak kendala lain jd penghambat yg membuat visi misi rumah tangga khususnya diri sendiri, hanya sebatas point2 dalam kertas. Di tugas ke 4 ini, sebenernya seperti mengaca ke masa lalu, krn sy hobby sekali membuat repelita (rencana 5 tahunan) sampai daily to do list untuk hidup sy dulu. & isinya seputar ingin jadi Public Relations Profesional. 🙂

Setelah banting setir jd Ibu Rumah Tangga, semangat nya masih ada dengan goal jd Ibu Rumah Tangga Profesional, yg akhirnya menggiring saya ada di program ini. 🙂 Tapi disadari kenyataannya sulit untuk dijalani, setelah 4 tahun menikah, sepertinya to do list, planning, dll mentok di time management & tak semudah yg dibayangkan. Apalagi setelah ada anak. Banyaknya informasi & keinginan mendidik anak sendiri malah jd lebih keteteran. 😦 Pas bgt dgn bertambahnya anggota keluarga, saatnya meluruskan arah kembali.. 🙂

Materi ke 4 kali ini membahas tentang Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah, dimana dipaparkan setelah melewati tugas 1,2,dan 3 kita harusnya bisa jd lebih memahami tugas kita di muka bumi. Harusnya sudah punya misi yg jelas, dan dari situ akan menggiring kita untuk memprioritaskan ilmu-ilmu apa yg harus kita cari di tahap awal ini, sebelum masuk ke tugas kita mendidik anak2 sesuai dengan fitrah mereka. Karena membersihkan hati nurani kita menjadi faktor utama yg menentukan keberhasilan pendidikan anak2. Ini yg harus diluruskan kembali.

Direnungkan lagi, NHW #1, apa sampai hari ini tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan? Atau setelah merenung bbrp minggu ini, ingin mengubah jurusan ilmu yg akan dikuasai?

Jurusan yg saya pilih di NHW 1 yaitu Pengelolaan Dapur. Jurusan ini adalah tantangan yg paling berat dlm rumah tangga sy sampai saat ini, sy masih keteteran, masih belum bisa luwes di dapur & masih selalu sedih krn merasa selalu gagal menghidangkan makanan & masakan sehat dirumah. Padahal sy menyadari betul & sangat memimpikan rumah yg hangat dengan masakan2 yg ngangenin, & itu ada ditangan sang ibu. & sy punya tugas untuk membekali anak2 perempuan sy dengan ilmu yg bermanfaat satu ini untuk bisa jd ibu yg ideal bagi keluarganya kelak. Jadi ini masih jd bagian dari prioritas utama sy.

Kemudian, di NHW #2, sudahkah belajar konsisten utk mengisi checklist harian, sebagai sarana untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat? Jawabannya adalah belum. 🙂 Terlalu banyak kompromi dr lahiran sampai pindahan rumah untuk melewatkan point2 checklist. Heuu… Saatnya utk lbh semangaattttt…. 😀 insyaa Allah diniatkan utk lbh komit.

Lalu di NHW #3, apa sudah terbayang apa kira2 maksud Allah menciptakan kita dimuka bumi ini? Kalau sudah maka, tetapkan bidang yg akan kita kuasai, sehingga peran hidup akan makin terlihat.

Untuk point yg ini, sampai dengan detik ini, yg sy sadari peran sy adalah di rumah sebagai muslimah, istri & ibu. & Allah menciptakan sy dimuka bumi ini, sebagai pelengkap di keluarga ini, jd bagian yg sama2 menguatkan untuk sama2 meraih surga, dijadikan individu yg terus belajar dr kesalahan. Jd seseorang yg bermanfaat untuk suami, anak2 & keluarga. Dan bekal pulang ke akhirat itu prioritas sy saat ini, belum mengarah ke ranah produktif & berbagi. Masih berusaha keras merapihkan tempo keseharian dalam urusan domestik yg menjadi tanggung jawab utama sy sebagai ibu akhir zaman yg ingin bekali anak2nya dengan islam yg kaffah.

Jadi, setelah dipikirkan kembali, inilah rumusan kecil yg bs sy bagi saat ini :

Misi Hidup : Menjadi Zaujah Muthi’ah (Istri yang taat dan penyayang), Ummu Madrasah (Ibu Pendidik), dan Mar’ah Shalihah (Wanita Sholehah)

Bidang : Tata Kelola Rumah Tangga

Peran : Manajer Keluarga

Ilmu-ilmu yg akan dipelajari :

  • Time Management
  • Kemuslimahan
  • Personal Grooming
  • Tata Boga & Perencanaan menu sehat seimbang
  • Pengelolaan Dapur
  • Pengelolaan Keuangan
  • Penataan, interior & dekorasi Rumah
  • Kesehatan & Gizi Keluarga
  • Parenting Nabawiyah
  • Home Education
  • Psikologi & Tumbuh Kembang Anak
  • Bisnis Online
  • Blog writing

Table Milestone

Milestone Usia Ilmu yg akan dipelajari Keterangan
KM 0 – 1

2016 – 2017

Bunda 30 – 31

Kaka 3 – 4

Adik 0 – 1

  • Time Management
  • Kemuslimahan
  • Parenting Nabawiyah
  • Home Education
  • Psikologi & Tumbuh Kembang Anak
  • Pengelolaan Keuangan
Mengawali milestone dengan memperbaiki niat & azam, dimulai dengan Time Management, kemudian siapkan kembali bekal sebagai muslimah yg Allah ridhoi, untuk dijadikan teladan bagi anak2. Mengikuti bbrp program halaqah online yg berkesinambungan, sambil menyambut kehadiran anggota keluarga baru, & bebenah pindahan rumah.

Mulai serius mengaplikasikan Home Education & Parenting Nabawiyah, sambil memperhatikan psikologi & tumbuh kembang anak.

Juga merapihkan keuangan keluarga. menaikkan peran tidak sbg kasir tapi manager keuangan.

KM 1 – 2

2017 – 2018

Bunda 31 – 32

Kaka 4 – 5

Adik 1 – 2

  • Pengelolaan Dapur
  • Tata boga & perencanaan menu sehat seimbang
  • Kesehatan & Gizi Keluarga
Di tahun kedua, masa2 post partum sudah lewat, rumah sudah bisa dengan nyaman ditempati, kemudian fokus ke pengelolaan dapur & belajar masak juga gizi keluarga. Melibatkan anak2, menjadi contoh & menjadikan anak suka di dapur, menjadi bekal anak2 kelak.
KM 2 – 3 Bunda 32 – 33

Kaka 5 – 6

Adik 2 – 3

  • Penataan, interior & dekorasi Rumah
  • Personal Grooming
Adik selesai disapih, sudah bisa diajak beres2 mainan, masuk ke penataan rumah & personal grooming untuk ayah. 🙂
KM 3 – 4 Bunda 33 – 34

Kaka 6 – 7

Adik 3 – 4

  • Bisnis Online
  • Blog Writing
Serius dalam belajar menulis blog jurnal kegiatan di rumah, khususnya memasak dengan anak2, mendapat trafic & iklan. Masuk ke ranah produktif, melatih jiwa entrepreneur anak2, dengan membuat usaha online dlm bidang kuliner ringan.
KM 4 – 5 Bunda 34 – 35

Kaka 7 – 8

Adik 4 – 5

  • Tebar Manfaat
Masuk ranah Bunda Shalihah, membuat program2 sosial sbg program CSR dr bisnis online yg dirintis, melalui masakan yg dibuat anak2 & sy.

 

Bismilahirrahmanirrahim……

Diposkan pada Institut Ibu Profesional

#NHW 3 – Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah

Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah… Ini 1 hal yg dulu menguatkan azzam sy ketika akan melepaskan karir duniawi sy yg pernah saya tulis disini & ingin bersungguh2 meraih surga dari rumah, ingin sungguh2 menjalankan fitrah saya sebagai muslimah, ingin sungguh2 menjalankan tanggung jawab yg Allah berikan. Karir terkeren & berat buat sy, karir yg akan mempengaruhi jagat raya alam semesta dunia akhirat.. 😀

Rumah tangga adalah tanggung jawab seorang wanita. Rumah tangga yg akan melahirkan masa depan peradaban Islam di dunia yg kelak akan dipertanggung jawabkan di akhirat. Tugas mulia daannn susyaaahh pastinya… 🙂 Tapi kita ga sendiri, rumah tangga kita bangun bersama, bersama si Cinta partner hidup pelengkap setengah agama kita.. 🙂

Sy kutip dari beberapa artikel.. Saat kita mengikrarkan diri dalam suatu komunitas kecil yang bernama rumah tangga atas nama Allah, maka perbaikan peradaban akan dimulai dari sini, dari sebuah keluarga, dimulai dari menata “batu bata” rumah tangga agar menjadi pondasi untuk meIIPkung rumah peradaban Islam yang diimpikan oleh setiap muslim.

Setiap individu yg terlahir di muka bumi ini Allah sudah dilengkapi dengan misi spesifik hidupnya. Tugas kita adalah utk memahami apa rahasia Allah menghadirkan kita dimuka bumi ini. Menjadi istri dari suami, ibu dr anak2, menjadi bagian penting dr rumah tangga. 

Maka, tdk hanya sekedar utk melanjutkan keturunan atau hanya sekedar utk menyempurnakan setengah agama kita. Lebih dari itu, kita akan bertemu dengan pasangan hidup kita dan melahirkan anak2 adalah untuk memahami, apa sebenarnya peran spesifik keluarga kita di muka bumi ini. 

Rumah tangga yg kita bangun adalah taman dan gerbang peradaban yang akan mengantarkan anggota keluarganya menuju peran peradaban. Rumah tangga kita adalah pondasi sebuah bangunan peradaban dimana kita berdua bersama suami, diberi amanah sebagai pembangun peradaban melalui pendidikan anak-anak kita.

(Materi 3 Program Matrikulasi IIP)

Ini tanggung jawab yg kita emban, peradaban dimulai dari awal berumah tangga. Dan salah satu konsep dan ukuran nyata bagi setiap muslim adalah ketika mereka membangun batu bata peradaban itu dengan sukses termasuk di dalamnya adalah melahirkan dan mendidik generasi penerus yang siap menjadi generasi Islam terbaik.

Mmmm.. tugas berat…

Semoga Allah mampukan kita semua untuk menjadi keluarga yg produkif, keluarga dengan visi misi yg jelas, serta keluarga yg senantiasa bergerak menuju keridhaan Allah Swt. Aamiin yra…

Dimulai dari mana… dimulai dari berazzam untuk jadi istri peradaban.. yg mengawalinya dengan proses membina keluarga yang terbaik dan syar’i. Memohon pada Allah agar dijodohkan dengan partner terbaik yg akan membersamai kita mengemban tugas berat & mulia ini.

Namun sebelum memulai itu semua, kita, suami & istri harus sama2 menjadi gelas kosong yg sudah bersih dari sampah2 emosi masa lalu, yg jika kita belum selesai berdamai dengan itu, akan mengotori & mempengaruhi pola sikap kita pada pasangan dan anak. Mulailah keluarga kecil dengan niat & kesadaran tinggi untuk menjadi bagian masyarakat yg lebih baik. Yg akan menjadi bagian dari perbaikan peradaban di masa yg akan datang. Berawal dari keluarga kecil kita dengan visi misi & peran masing-masing anggota keluarga lah lingkungan & peradaban itu dimulai.

Alhamdulillah Allah ijinkan kemudahan ikhtiar bagi sy utk mewujudkan rumah tangga surga dengan bertemu pasangan hidup yg sama2 sejalan merangkai visi misi keluarga. Walau berbeda karakter, 4 th menikah sering dibumbui riak2 kecil yg ternyata semakin mempererat kami, kami semakin belajar akan tugas2 yg Allah embankan pd kami.

Ditugas ke 3 program matrikulasi ini, sy diingatkan lg untuk merefresh kembali semangat membangun peradaban dari rumah. Dimulai dengan beberapa langkah, yg diharapkan bisa membuka mata kita untuk mengetahui misi spesifik apa yg Allah berikan pd masing2 anggota keluarga, untuk memulai membangun peradaban bersama suami.

Pertama

Jatuh cintalah kembali kepada suami, lagi dan lagi… 🙂 Dan hrs dipupuk setiap hari.. *reminder bgt buat sy & suami. 🙂 Ingat2 lagi, kenapa kita memilih “dia”, apa yg menguatkan cinta kita padanya, masihkah kita bangga padanya.. 🙂

Rumah tangga surga pasti penuh cinta, cinta yg harus dibina adalah bersama partner yg membersamai kita mengemban tanggung jawab peradaban. Agar menjadi pasangan yg solid, & selalu mengeratkan genggaman menghadapi segala macam ujian yg akan dtg dalam ibadah besar ini.

Dengan melihat positif partner kita selalu, memupuk syukur setiap hari, mengurangi ekspektasi yg kadang menjadi riak2 kecil pengganggu keharmonisan, kita jd bs saling menghormati, semakin menyadari pentingnya peran & keberadaan pasangan kita. & lebih menyadari, betapa Allah Maha Mengetahui sosok inilah yg pantas membersamai kita untuk mengemban tugas berat dari Nya.

Daannn yg pertama ini, tugasnya adalah…. Membuat surat cinta untuk suami.. 😀 Hohoo.. kita diminta membuat surat cinta yang menjadikan kita bs memaparkan & memiliki “alasan kuat” bahwa Yes! He’s the ONE. 😀 Dia layak menjadi ayah bagi anak2 kita. Dan dialah anugerah terindah dr Allah untuk kita.. 🙂

Bagian ini sy yg harus belajar sm suami.. 🙂 Beliau yg sering mengungkapkan sisi romantisme nya lewat tulisan dll di blog nya.. Dan sy ternyata masih banyak gengsi & malu2. 🙂 Mari kita berusaha merangkai kata2.. 😀 Dengan ini, kita jd bisa lebih menumbuhkan rasa cinta yg akan memperkuat visi misi keluarga. Daann responnya seperti apa? *menyusul yaaa… 🙂

Kedua

Kita hrs kenali anak2 kita, kenali potensi yg dimiliki.. Selalu positif melihat anak2 yg dimana dalam keseharian pasti banyak menguji kesabaran kita.. Mereka anak2 luar biasa, rahim kita Allah pilih untuk jadi tempat bertumbuhnya janin anak2 hebat yg sekarang ada bersama kita. Kita dipercaya untuk menerima amanah anak2 ini. Allah pasti punya misi spesifik pd keluarga kita, dengan menghadirkan anak2 dalam rumah kita.

Bersyukur Allah hadirkan Shafiyya Khaira Aufa, si sulung yg saat ini berusia 3 tahun 7 bulan, balita cerdas yg selalu membuat kagum ayah bundanya. Yg kadang membuat sy menyesal, krn kurang bisa maksimal memberi stimulus yg baik untuk usianya & msh suka mengikuti emosi utk menanggapi tingkah polahnya. Tapi Shafiyya sdh memberi prestasi luar biasa di hati ayah bundanya. Selama bersama nya dari hari kelahirannya ia cepat belajar hal baru, cepat mengingat surat2, suka mengingatkan dengan hafalan mafudhotnya jika ayahnya minum sambil berdiri, bundanya makan dengan tgn kiri, mkn smbil bicara, bundanya marah, bundanya ga senyum. Terlebih setelah ada adiknya. Adaptasi cepat & sgt sayang sm adiknya.. Masyaa Allah… lengkap rasanya ada kaka iyya di keluarga ini.

Riang canda nya, menghibur seluruh anggota keluarga. Di usia nya kali ini, ia sudah bisa melabeli dirinya sebagai muslimah yg sudah bisa bilang malu kalau kerudungnya tidak terpakai di kepalanya. Apalagi sekarang sdg mempersiapkan kehadiran adiknya. Dan dia sudah sangat sayang & menantikannya. 🙂

Ketiga

Lihat diri sendiri, apa yg kita miliki, apa kekuatan potensi diri kita, tengok kembali anak dan suami, baca kehendak Allah, memgapa kita dihadirkan di tengah2 keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg dimiliki.

Mmm… bingung juga jawab yg ketiga ini, kita diminta berkaca melihat diri sendiri. Agak sulit kalau disuruh narsis nyebutin potensi diri sendiri. Yg pasti, Allah sudah dengan sangat tepat menjodohkan kami masing2 sebagai anggota keluarga di keluarga ini sesuai dengan peran kami masing2. Ayah sebagai suami yg pekerja keras & bertanggung jawab. Kaka yg diusia nya sudah bs menempatkan diri sebagai calon kaka yg baik. Sy sebagai ibu yg berusaha terus untuk menjadi ibu yg baik, yg bisa menjadi rumah yg hangat & nyaman bagi seluruh anggota keluarga. Dan kami saling melengkapi, saling mengingatkan, saling menguatkan.

Keempat

Lihat lingkungan dimana kita tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan. Mengapa keluarga kita dihadirkan disini?

Mmm.. hidup berkeluarga dijaman seperti saat ini pastinya sangat penuh tantangan & berat. Dimana Islam yg kaffah mulai terasing. Tantangan yg berat bagi sy & suami untuk membesarkan anak2 sesuai dengan fitrahnya. Mendidik dan membersamai mereka untuk bisa menghadapi lingkungan yg lebih banyak tidak sesuai dengan syariat.

Kami percaya Allah akan kumpulkan dengan lingkungan yg bervisi misi yg sama. Semoga keluarga kami bisa mengambil peran sebagai agen perubahan yg bisa menularkan virus positif Islam yg kaffah. Aamiin yra…

 

 

 

 

Diposkan pada Institut Ibu Profesional

#NHW 2 – Menjadi Ibu Profesional Kebanggan Keluarga

M.O.M >> Master of Multitasking.. Pernah dengar? 🙂 Bener bgt.. Itu yg akan dialami setelah menjadi Ibu.. Secara naluriah, & mmg fitrahnya, menjadi Ibu secara otomatis menjadikan kita multi peran. & pe er terbesar adalah menjadikan setiap peran sbg Amal sholeh, bermanfaat & diridhoi Allah, jg jd kebanggaan keluarga. Masih menjadi cita2, menjadi Ibu sholehah yg professional.. :)❤

Ibu Profesional.. Perempuan yang bangga akan profesinya sebagai pendidik utama & pertama bagi anak-anaknya. Perempuan yg senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh-sungguh mengelola keluarga & mendidik anaknya dengan kualitas yg sangat baik.

Ibu Profesional… Ibu yg bersungguh-sungguh mendidik anaknya secara profesional, mengelola keluarganya, serta mandiri secara financial tanpa harus meninggalkan anak & keluarganya.

Dan ada 4 tahap yg harus dilalui secara berjenjang untuk menjadi Ibu Profesional ala Institut Ibu Profesional :

  • Bunda Sayang,

Pilar pertama yg harus menjadikan seorang ibu, ibu yg paham benar fitrah anak. Di dlmnya terdapat ilmu2 dasar tentang pola mendidik anak sehingga anak menjadi anak yang SUKA BELAJAR. Ibu jg senantiasa meningkatkan kualitas dirinya dalam mendidik anak2nya sehingga bisa menjadi guru utama & pertama bagi anak-anaknya. 

  • Bunda Cekatan,

Pilar kedua yg harus dilalui ibu, bagaimana seorang ibu meningkatkan kualitas dirinya dengan ilmu-ilmu dalam mengelola rumah tangga (mengelola keuangan keluarga, memanage waktu, emergency first, safety riding, rumah elok) dan keluarganya shg menjadi keluarga yg unggul. 

  • Bunda Produktif,

Ibu yg percaya diri dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi, shg bs produkif dgn bahagia tanpa meninggalkan anak & keluarga. Ibu yg bs menggali potensi kreativitas pada diri dan lingkungan sehingga bs bermanfaat scr ekonomi dan sosial, shg bs mandiri scr financial. 

  • Bunda Shaleha,

Meningkatkan peran ibu yg berakhlak mulia sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang. 

(Materi Matrikulasi IIP)

Masyaa Allah… Berproses menjadi Ibu Profesional dengan ilmu yg sangat mulia seperti sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui, karena kita juga akan meraih cita2, sebagai manusia yg bermanfaat.

Jika kita menjadi Ibu yg terdidik untuk anak, rumah tangga, dirinya, hingga ke masyarakat maka sama juga dengan mendidik 1 generasi. Dan kembali, indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional adl… “Menjadi Kebanggaan Keluarga”. Karena keluarga lah yg pertama kali paling berhak mendapatkan ibu & istri yg terbaik di mata mereka.

Terimakasih kpd Bu Septi yg dengan Institut Ibu Profesional menjawab ketakutan2 yg saya rasakan sewaktu akan menikah dan berlanjut setelah menikah, mengemban tugas mulia menjadi seorang istri & ibu. Sesuatu yg benar-benar membuat sy berpikir keras, apa yg hrs sy lakukan untuk mencapai “Ibu Profesional”.. selepas meninggalkan semua keseharian sy sebagai perempuan pekerja kantoran. Mengurus suami, dapur, makanan sehari2, rumah, anak, semua hal yg tidak pernah terbayangkan & itu menjadi job desc utama yg harus dipertanggung jawabkan kelak dihadapan Allah SWT.

Di materi kali ini, seakan disemangati untuk merefresh kembali point2 yg selama ini membersamai saya sbg ibu & istri agar menjadi kenyataan dengan membuat “Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan” sebagai individu, istri, dan ibu dengan memperhatikan 4 point kunci :

  1. SPECIFIK (detil)
  2. MEASURABLE (bisa diraih)
  3. ACHIEVABLE (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
  4. TIMEBOND (Beri batas waktu)

Menarik yaaa… 🙂 Let’s refresh the target. 🙂

Dimulai dengan membayangkan kembali menjadi Ibu Profesional yg seperti apa yg saya inginkan, yg anak & suami sy butuhkan, ngobrol dgn suami apa yg membuat ia bahagia, buka2 lagi point2 catatan slama ini, focus to Allah, focus to me, focus to others (prioritas keluarga dl).

Menjadi orang yg bermanfaat yg melindungi keluarganya dr api neraka, menjadi Zaujah Muthi’ah (Istri yg taat & penyayang), Ummu Madrasah (Ibu Pendidik), & Mar’ah Shalihah (Wanita yg shalihah), didukung dengan ilmu yg ok banget di program matrikulasi ini, akhirnya… Inilah Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan sy sebagai individu, istri, dan ibu :

Sebagai Individu – Jadi yg Allah sukai

Dalam tahapan menjadi Ibu Profesional, sy masih berkutat di ranah Bunda Sayang & Bunda Cekatan, karena dua hal itu yg masih menjadi prioritas utama sy & yg pasti masih keteteran, dan belum bs aman mengembangkan diri ke ranah Bunda Produktif & Bunda Shalehah yg sudah bs mengembangkan dirinya keluar, ke masyarakat & lingkungan sosial yg lebih luas.

Sebagai individu, sy masih menata diri utk jadi Pribadi Muslimah, Istri & Ibu yg baik, yg Allah Ridhoi & sesuai dengan keinginan anak & suami.

Checklist Indikatornya :

  • Muslimah yg taat ibadah tanpa tunda, selalu bersama Al-Quran & melestarikan amalan sunnah & Jariyah (Mulai dengan memperbaiki & meningkatkan ibadah2 harian)
  • Menjadi muslimah yg menyenangkan & menenangkan. Berkarakter islami, senyum, salam, sapa, santun.
  • Menjadi teladan anak-anak untuk menjadi Muslimah yg Allah sukai (Mulai dengan memperbaiki keseharian sebagai muslimah, mulai dari adab kegiatan sehari-hari)
  • Meningkatkan Ilmu Al Quran dengan mengagendakan Tahsin, Tadabbur, Tahfidz
  • Mendatangi majelis ilmu, halaqah online maupun offline
  • Meningkatkan intelektualitas dengan membaca buku “1 book 1 week” & meresumekannya kembali
  • Meningkatkan vitalitas tubuh dengan mengagendakan olahraga & lebih memperhatikan asupan makanan.
  • Menyempatkan waktu, menjaga silaturahim dengan keluarga besar, menjadi kakak & adik yg saling membantu, mendahulukan birul walidayin, berbakti pada orgtua & mertua.
  • Punya Time Schedule, Daily Activity khusus bunda, spy ga keteteran.

Sebagai Istri – Jd yg ayah banggakan

Checklist Indikatornya :

  • Meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan masakan sehat keluarga sehari-hari dari makanan berat sampai jajanan & minuman. (mendukung diet & hobby jajan suami :D), eksekusi sehari2 dengan membuat perencanaan menu 10 hari terlebih dahulu.
  • Meningkatkan kemampuan dalam mengorganisir barang2 dirumah. Rumah lbh tertata rapih & terorganize. Mulai dengan mendaftar inventory barang.
  • Meningkatkan kemampuan dalam kitchen management, pengelolaan bahan2 masak & dapur. Mulai dengan mengorganize dapur, mencatat bahan2 yg ada, rapihkan kulkas & dapur setiap malam.
  • Pengelolaan keuangan keluarga lbh rapih, tercatat & ada monthly reviewnya. Catat pengeluaran & pendapatan sehari2 sesuai post-postnya, buat review diakhir bulan.
  • Mengasisteni bisnis sampingan suami. Membantu dalam promosi & pelaksanaan penjualan sebagai tambahan penghasilan.
  • Grooming untuk suami. Memperhatikan penampilan, dengan melakukan perawatan dll.

Sebagai Ibu – Jd teladan favorite bagi anak2

Sebagai seorang ibu yg sudah diamanahi 2 putri sholehah, Shafiyya Khaira Aufa (3 th 7 bln), & Khadija Laiqa Syahna (1 bln), sy ingin meningkatkan kualitas sy sebagai ibu, yg bs mentarbiyahi anak2 dengan baik yg dengan bersama sy anak2 akan terjaga fitrahnya & semakin baik. Menjadi madrasah yg baik untuk anak2. Suami semakin senang & bangga melihat cara istrinya mendidik anak2nya, & menjadikannya ingin terlibat

Checklist Indikatornya :

  • Bersikap & menampilkan yg terbaik di dpn anak, dgn meningkatkan kesabaran & rasa bersyukur lewat mengalahkan emosi buruk dalam menghadapi tingkah polah anak sehari hari. 
  • Menyiapkan makanan sehat, halal, & thoyib untuk anak2.
  • Beri teladan utk anak agar menjadi muslimah sholehah, calon istri sholehah, everyday, everytime, everysecond ingin disukai Allah. Cinta Al-Quran, Cinta Rasul.
  • Anak2 semakin senang, nyaman & bangga dididik oleh ibunya, selalu semangat, temani bermain & tersenyum, menampilkan kebahagiaan setiap hari. Menjadi sahabat yg menyenangkan bagi anak2.
  • Mempelajari ilmu ttg pendidikan anak & praktekkan bersama anak, jd ibu yg lebih kreatif
  • Membuat kurikulum belajar bermain, lesson plan, & daily activities bersama dirumah untuk menstimulus anak agar cinta ilmu, agar mendahulukan adab, agar suka belajar, agar selalu ingin tahu, agar memiliki daya imaginasi kreatif, agar suka membaca, cinta buku, agar suka berhitung, agar suka berbagi, agar mandiri. Dibuat mingguan.
  • Tidak menyerah untuk memotivasi anak & memberi suasana positif

Bismilahirrahmanirrahim.. Semoga Allah bimbing langkah ini hingga semua bs terwujud. Aamiin yra… 

Doakan ya.. 🙂

Diposkan pada Institut Ibu Profesional

#NHW 1 – Adab Menuntut Ilmu

Bismilahirrahmanirrahim..

Mulai lagi dari NHW #1.. di materi prolog Program Matrikulasi Remedial Batch 3 – Senin, 23 Januari 2017 tentang “Adab Menuntut Ilmu” diawali dengan tertarik sama quote yg satu ini…

“Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara yang mulia”.

Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup seorang manusia, & menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim. Menuntut ilmu juga merupakan suatu upaya untuk merubah perilaku kearah yg lebih baik.

Maka carilah ilmu dengan cara yg mulia, mulailah dengan meluruskan fokus utama dalam mencari ilmu, apapun ilmu yg ingin dicari. Fokus utamanya yaitu niat. Niat karena ingin mengamalkan ilmu tersebut. Dengan begitu ilmu yang sedikitpun akan jadi sangat bermanfaat. 

Karena ilmu adalah syarat untuk sebuah amal, maka adab adalah hal yang paling didahulukan sebelum ilmu. Adab adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya. Adab merupakan tata krama (etika) yg harus diperhatikan dalam menuntut ilmu. Dan itu juga yg diajarkan Rasulullah pada kita. Dahulukan Adab sebelum Ilmu.

Materi ini sy jadikan moment untuk bertafakur. Rasanya ilmu-ilmu yg selama ini didapat & dicari belum lurus niatnya, juga belum mengamalkan adab sebagai pengiringnya. Astagfirullahaladzim.. Semoga Allah ampuni & Allah catatkan sebagai amal2 yg baik. Saatnya memulai dengan lebih baik.. Mencari ilmu dengan niat yg lurus & adab yg benar.

Kebetulan.. di NHW #1 ini, kita diminta memikirkan beberapa hal tentang ilmu yg akan diamalkan di kehidupan nyata. Pas bgt, coba memulai dari nol pencarian ilmu & pengaplikasiannya sebagai amal sholeh. Point2 tugasnya diantaranya :

  1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
  2. Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
  3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
  4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.

Akhirnya point2 diatas menggiring sy utk merenung, berpikir sejenak & diskusi dengan suami, karena ini sangat berhubungan dengan ilmu yang ingin dicari demi pengembangan diri sbg seorang istri, yg akan berpengaruh ke kehidupan berumahtangga. 🙂

Sebenernya dari awal memutuskan untuk di rumah & tidak berbekal keahlian domestik sama sekali, sy menyadari bahwa sy membutuhkan banyak amunisi, butuh ilmu & kesiapan yg matang, dengan tanggung jawab yg Allah berikan. Dan Ilmu itu adalah Manajemen Rumah Tangga. 4 tahun pernikahan berjalan, ini masih sangat keteteran. Selalu teringat.. Ibadah luar biasa dalam setiap detik di rumah, yg berbuah surga, pastinya sulit sekali dipenuhi dengan sempurna.

Pas banget ini momentnya.. Resolusi di tahun baru 2017, di rumah yg baru juga (baca: suasana baru), ditambah juga anggota keluarga baru.. 🙂 saatnya merefresh semangat dan mempersempit fokus keahlian yg ingin dikembangkan, spy hasil lebih maksimal & bermanfaat. 🙂

Jurusan ilmu yg akan ditekuni adalah “Kitchen Management” (Pengelolaan Dapur), turunan dari Manajemen Rumah Tangga yg benar-benar membuat saya selalu keteteran dari awal menikah. Banyak bahan-bahan masakan sia-sia karena expired. Masakan terbuang karena porsi yg tidak sesuai dan lain lain.

Bismilah semoga mulai saat ini dimudahkan. Meraih Surga dari Dapur.. Makanan sehat & dapur ter-organize, demi kenyamanan, rasa betah & kesehatan seluruh anggota keluarga menjadi alasan terkuat yg dimiliki sehingga ingin serius kali ini menekuni “Kitchen Management”.

3244079-family-cooking-in-kitchen-quote

Strategi yg akan direncanakan :

  • Membereskan dapur agar lebih terorganize
  • Merapihkan dapur & kulkas setiap malam
  • Mencatat inventory bahan2 / bumbu dapur
  • Mencatat daftar & resep2 makanan kesukaan keluarga
  • Menyiapkan bahan-bahan siap pakai, contoh kupas bawang.
  • Membuat Menu 10 hari
  • Menyiapkan bahan masakan per 10 hari
  • Istiqomah memasak. 🙂
  • Mencatat kebutuhan bahan2 masakan
  • Mengaplikasikan ilmu2 di buku Bunda Cekatan
  • Mengembangkan pengetahuan menu-menu baru lewat media online
  • Mengikuti pelatihan-pelatihan yg dibutuhkan berkaitan dengan memasak.

Kemudian, berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap yg akan diperbaiki yaitu dalam hal mendapatkan ilmu & menyebarkan ilmu, seperti :

  • Mohon ijin untuk mencoba resep & untuk share kembali hasil masakan dr resep seseorang
  • Luruskan niat, ikhlas karena Allah, ingin ridho Allah, agar jd amal yg bermanfaat, mengharap pahala Allah & ilmu yg disebarkan jg bermanfaat (jika resep2 nya di share)
  • Luruskan niat, untuk jd Ibu yg bermanfaat untuk keluarga, mengelola dapur yg rapih bersih & nyaman, menghasilkan masakan yg sehat, & jd teladan untuk anak-anaknya belajar masak juga. 🙂

Bismilahirrahmanirrahim… Doakan yaa… 🙂

food-quotes-famous-1